Jumat, 24 Juni 2016

Coming soon: Pejantan Tanggung dan Selamatkan Jomblo



Coming soon


Awalnya saya berpikir bahwa 'Terima Kasih untuk Luka yang Kauberi' adalah buku kedua saya. Tapi, karena beberapa alasan, buku itu ke-pending dulu terbitnya.
Jadi, bisa dipastikan bahwa 'Selamatkan Jomblo' dan 'Pejantan Tanggung' adalah buku kedua dan ketiga, setelah sebelumnya buku 'Galau Pasti Berlalu' yang Alhamdulillah mendapat respon yang luar biasa dari pembaca. 



Senin, 31 Agustus 2015

Buku Baru: Lot & Purple Hole






Pernahkah kamu merasakan suatu getaran dalam hatimu yang mendorongmu melakukan sesuatu? Perhatikan tanda!
-LOT

Jangan biarkan peristiwa lewat begitu saja tanpa pernah mengerti maksudnya. Tidak ada kebetulan yang hanya membawa keberuntungan.
-PURPLE HOLE




                                                       Judul Buku       : Lot & Purple Hole
                                                       Penulis               : Baruan & Purple Hole
                                                       Pemrakarsa    : Reni Erina
                                                       Penerbit            : Elex Media Komputindo
                                                      Ukuran               : 11 x 18
                                                     Cover                  : Soft Cover
                                                      ISBN                    : 978-602-02-6976-4

Kamis, 11 Juni 2015

Galau Pasti Berlalu



 Galau Pasti Berlalu ini adalah novel pertama saya. Cetak bulan april 2015 dan beredar di toko buku pada bulan juni 2015. Kerennya, novel ini tidak hanya bisa didapatkan di Gramedia, tapi juga di Indomaret. Jadi bagi yang tinggal di daerah jangan takut tidak bisa mendapatkan. Secara kita tau sendiri bagaimana Indomaret yang ada bukan saja di kota provinsi tapi juga sampai ke kota kabupaten dan kecamatan.





Judul                   : Galau Pasti Berlalu
Penulis               : Zukril Yu
Penerbit            : Boom
Halaman            : viii + 162
Ukuran               : 13 x19
ISBN                     : 978-979-17990-7-2

Cinta seringkali membuat yang dihinggapinya galau. Tara, misalnya, jatuh cinta setengah mati pada Liz. Tak pandai membaca perasaan Aira, Tara minta tolong sahabatnya itu untuk membantu mendekati Liz. Seperti terbangun dari tidur panjang, Aira menemukan cintanya yang begitu besar terhadap Tara, lebih dari sekedar sahabat.
Namun kodrat sebagai perempuan membuat Aira tidak berani menunjukan itu selain hanya diam memendam dan curhat di Facebook. Tara yang polos tidak menyadari itu. Seperti bom waktu, pertahanan Aira meledak. Ia tak mampu membendung, pun tidak mampu berkata jujur. Cinta berubah menjadi benci.
Ketika Aira menjauh, Tara menghadapi kenyataan bahwa Liz sudah bertunangan. Dan Bam, tunangan Liz dan anak sahabat papa Tara, selain tampan, ternyata juga pria yang baik. Sanggupkah Tara menghancurkan cinta Bam yang begitu besar pada Liz? Tara pun galau berkepanjangan.
Seperti badai, galau pun pasti berlalu. Tapi siapakah yang akan menghapus galau Tara?



Senin, 01 Juni 2015

Nembus Majalah HAI Lagi



Wah, blog ini seperti nggak punya pemiliknya saja. Postingan terakhir tanggal 06 Agustus 2014. Hampir setahun, gila! Kalau Sang Pemilik blog setajir Teteh Syahrini, mungkin sudah keliling separuh benua dengan rentang waktu selama itu. Kalau Sang Pemilik blog seorang playboy, sudah berapa banyak cewek yang dijanjikan kebahagian palsu? Sayangnya, Sang Pemilik adalah cowok polos yang merindukan surga dan kudu bersimbah keringat dulu demi sesuap nasi. MELLOW MELLOW MELLOW! Huh, Payah!
Tapi nggak, ding. Sedikit dari sekian banyak kebahagiaan gue dari awal tahun 2015.  Dibagi, ya …. Tapi, sedikit bocoran nih. Insha Allah bentar lagi buku solo (novel) gue terbit. Cihuyyy …. Ntar kalau dah nongkrong di tobuk baru di share ya. Sekarang ini dulu.


Judul                   : Jadi, Kita Jadian?
Penulis                : Zukril Yu
Dimuat di Majalah HAI edisi 6 (09 – 26 Februari 2015)


Rabu, 06 Agustus 2014

Menyikapi Kepergian Dengan Indah

Aku akan merindukanmu.
Dan aku tau, mulai hari ini,
Perasaan ini akan senantiasa menyiksaku
Tapi tak apa, sungguh tak apa.
Sakitnya masih tak seberapa...
Ketimbang harus melupakanmu.

Tears In Heaven. Penggalan kalimat pada back cover di atas yang membuatku terdiam lama, berdiri memegang buku ini di toko buku. Selain cover-nya yang pastinya sangat manis.

Mewujudkan Mimpi di Negeri Sendiri



Cerital berawal dari perjuangan Abdul Latief (Al) setelah menempuh pendidikan di Swiss dan berkelana ke beberapa negara Eropa. Al nyaris menyerah mewujudkan mimpinya dalam menjalankan bisnis hostel yang baru dirintisnya di tanah kelahiran. Sebuah penginapan yang didirikannya di Makassar dengan konsep yang masih sangat asing untuk masyarakat Indonesia. Khususnya wisatawan lokal.
Kedatangan Miguel Carrion membawa perubahan yang sangat besar pada kelanjutan mimpi Al. Bagaimana pria Spanyol itu memiliki ide-ide yang brilliant untuk mempertahankan dan membuat hostel itu semakin maju. Termasuk dengan cara memajukan parawisata di Makassar.
"Sering kita mendengar peribahasa bahwa Tuhan bekerja secara misterius. Aku setuju sekali setelah melihat apa-atau siapa-yang dikirimnya untuk mengubah nasibku." (Hal 39).
Meskipun awalnya alasan pria Spanyol itu terlalu sederhana, terbang ke belahan dunia lain hanya untuk menemui seseorang yang pernah menolong ibunya. Ya, tanpa sengaja dulunya, sudah lama sekali, Al pernah membantu Agatha Carrion, yang rupanya ibu Miguel Carrion, di Berlin.