Tampilkan postingan dengan label Sisa - Sisa Tinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sisa - Sisa Tinta. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 September 2012

Tanpa Hati

Mencintai orang yang tidak mencintai itu sakit. Merindu orang yang tidak merindu itu sakit. Mengharapkan orang yang tidak mengharapkan itu sakit. Memperhatikan orang yang tidak memperhatikan itu juga sakit.

Lihatlah aku…
Mematung diam menahan sakit. Menahan perih. Menahan rasa sendiri.
Karena kamu; HATI!
Semua karena kamu; HATI!

Lihatlah luka ini…
Membiru. Remuk di dalam. Redam di luar.
Karena kamu; HATI!
Semua karena kamu; HATI!

Lelah tak lagi bisa menopang raga. Luruh. Terjatuh. Tersungkur. Hancur.
Ingin berhenti; menahan sakit, menahan perih, menahan rasa sendiri. Ingin berhenti merintih.

TAPI, BISA KU APA?

Meski aku ingin diam tanpa detakkan, jantung masih saja memompakan kehidupan.

Aku benci. Benci pada hati. Bongkahan darah yang telah membawaku pada pusaran rasa. Mempermainkan, lalu membungkam.

Aku makin lelah….
Ambil-lah, siapa yang mau. Hati ini aku tak ingin memiliki. Hati ini tak lagi aku perduli.

*Membayangkan hidup tanpa hati. Apa mungkin rasa akan baik-baik saja? Apa mungkin tidak ada yang namanya luka? Atau malah lebih…*


Sabtu, 24 Maret 2012

Pencarian


Aku seperti berlari dalam pusaran waktu, tatkala jam dinding itu berganti baterai baru. Sangat lama, Hingga lelah! Ingin berhenti, tapi tak kunjung berhenti. Ingin menemui, tapi tak kunjung bertemu…
Sedangkan waktu terus berjalan. Memapahku yang kian gamang.
Dan, bukankah tiap pria itu memiliki tulang rusuknya? Seperti janji Tuhan kepada hamba-Nya.

Sabtu, 10 Maret 2012

Semangat Pagi



Hey, Pagi ....
Aku mohon jangan pergi. Berhentilah sejenak. Aku tidak mau kau berlalu begitu saja, tanpa senyumku. 
Tetaplah menunggu ....
Tidak terlalu lama, karena aku hanya butuh sedikit waktu untuk merapikan hati yang berantakan usai luka semalam.
Bersabarlah ....
Aku juga tidak akan membiarkanmu berlama-lama, bercengkerama tentang rasa.
Seperti hakekatmu, ketika matahari kian meninggi ... Dan aku-pun juga harus segera pergi.


Jumat, 09 Maret 2012

Pulang Kampung


Bumi minang. Setelah sekian lama, akhirnya kutapaki kembali tanah kelahiran. Di penghujung februari. Tanah, air, udara, dan aroma alamnya masih sama seperti dulu. Selalu memuncahkan rindu.
Kutelusuri tiap sudut kampung, ada begitu banyak catatan yang tertinggal. Tentang aku, kamu, dan *paja tu… (Hahay…) juga tentang mimpi masa kecil yang masih ku-eja.

Minggu, 05 Februari 2012

Bila Rasaku Bukan Rasamu


Begitu sulitnya mengeja rasa
Segumpal darah yang menyimpan sekelumit makna
Setidaknya begitu……..
Ketika kau hanya bercengkerama dengan rasamu sendiri
Berselingkuh dengan hari – harimu kemarin
Padahal kadang aku juga ingin bercerita berbagi gundah
Ingin dimengerti tatkala sepi mendera hati
Namun rasaku tak pernah kau pahami
…………..

Dan ketika kunikmati sendiri, senja itu
Pun aroma basah sisa rinai semalam
Kau masih saja bungkam!
Tidakkah kau tau, rasaku juga manusiawi

Senin, 16 Januari 2012

Rindu...

Rindu berlari dipematang sawah, disore hari. Berteriak sembari memukul kaleng-kaleng bekas, menghalau puluhan  burung yang tengah kelaparan hendak menyelimuti padi-padi yang menguning.

Rindu pelihara sapi sepulang sekolah, pun ketika tangan ini terluka saat memotong rumput  untuk bekal makan malam peliharaan.

Rindu saat-saat makan malam, ketika kakak menyuruh melihat salah satu sudut ruang rumah panggung kami. Sadar tidak ada-apa disana, aku kembali makan dan menyadari lauk dipiringku sudah hilang. Lalu Abang dan Kakakku akan tertawa terbahak-bahak. Mengembalikan laukku yang diumpetin ditimbunan nasi dalam piringnya, sesaat setelah Ibu melototin mereka.

Jumat, 13 Januari 2012

Jomblo


“Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk mendapatkan seorang pacar?”
Hmmm… Di ajukan pertanyaan seperti itu, pasti cowok–cowok akan menjawab dengan waktu yang sesingkat mungkin.  2 minggu, 1 minggu, 5 hari, bahkan mungkin ada yang berani menjawab dalam waktu 24 jam dia akan dapat menaklukan hati seorang wanita.

Loss...


Ya, Tidak ada yang tak layak untuk tak disyukuri... Bahkan dalam keadaan paling terpuruk sekalipun.



“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" 
(QS. Ar Rahman:13)



MANN

Sabtu, 31 Desember 2011

Mentari pagi, 2012

Hari yang baru dengan semangat yang baru di tahun 2012. Harapan boleh keren...! Waktu malam di detik-detik pergantian tahun, semua diam memandang langit yang masih kelam. 10,9,8,7,6,5,4,3,2,1………….. Preeeeeeeeeeeeeet…. (benar nggak sich bunyi terompet kayak gitu?). Lalu semua larut dalam suasana pergantian tahun 2011 menjadi 2012. Suara terompet, suara mercon, dan pijaran kembang api yang tiba-tiba menghias langit yang tadinya gelap. Indah banget…….
“Happy new years…”
“Happy new years…”
“Happy new years…”
“Happy new years…”
Suara-suara sumbang ucapan selamat tahun baru terdengar diantara ledakan-ledakan mercon, sebelum akhirnya semua khusyuk dalam do’a. Lalu yang lain sibuk dengan, “Apa resolusimu? Apa resolusimu?”
“Resolusiku masih 3.2 megapixel” Kamera kali…….
"2012... Pengen punya rumah sendiri. Nggak apa dech tipe 45 dengan luas tanah 150-200 m2. Kondisi bagus, ngga kena banjir, lingkungan aman, tetangga nggak rese, dan nggak ada hantunya juga."

Welcome 2012


Berisiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiik……………..!
Suara-suara itu mengusik tidurku. Petasan, teriakan orang-orang, juga pijar-pijar kembang api yang menghiasi malam. Ada apa ini? Kayak tahun baru aja….
Tidak hanya disini, dalam Box 21 inc merek LG-ku juga penuh pijaran kembang api. Live dari Ancol, dari Monas, dari Bundaran HI, dari Malioboro (Jogjakarta), di sepanjang  jalan Tol bandung, Pantai Kuta (Bali), dan bagian Indonesia lainnya. 

OMG, beneran tahun baru!

Senin, 19 Desember 2011

Kisah Inspiratif dan Penyiksaan Dengan Cara Yang Bijak...






Aku telah membuat begitu banyak orang menangis, ketika beberapa kisa-kisah inspiratif yang mengharu biru, menguras emosi dan air mata, kembali aku kirim kebeberapa email sahabat.

“Abang hoby banget bikin orang nangis…”
“Dan kini..... Air matakupun jatuh di pipi indahku membaca kisahnya yang begitu mengharukan”
“Dalem banget  ceritanya..  Jadi ikut nangis…”
“Dan skali lagi, abang membuatku menangis…”

Itu beberapa comment yang aku terima. Kesannya kok jahat banget ya…? Sahabat yang tadinya, mungkin lagi santai menikmati weekend, ngumpul sama keluarga, atau mungkin lagi menikmati MP3 kesukaannya. Tapi begitu mendapatkan kiriman email dariku, beberapa saat usai membacanya, suasana hati mereka jadi berubah. Ada yang menangis, ada yang menahan nafas ketika klimaks ceritanya…
Dan terakhir aku baru nyadar. Effect pertama yang aku dapat adalah, aku merasa jadi orang yang paling jahat di dunia. aku tlah membuat begitu banyak orang menangis! Dengan cara yang sangat bijak aku telah menyiksa jiwa-jiwa yang tenang! (Hohoho…)

Jumat, 09 Desember 2011

Galau, Bukan Fenomena Alam



“Kalau pulsa habis, bisa di diisi ulang. Tapi kalau cintamu yang habis padaku… Gimana ngisi ulangnya?”  (Hiks….) Pernah dengar kalimat ini? Atau mungkin kalimat yang ini…

“Jika Christoper Columbus membutuhkan banyak waktu untuk menaklukkan Benua Eropa. Terus aku harus membutuhkan berapa waktu lagi untuk menaklukkan cintamu…?” Masih nggak ‘ngeh juga?  Hmmm… Spertinya anda pendatang baru di planet bumi ini. Kei, coba kalimat yang ini…

Jumat, 02 Desember 2011

Senandung Kinanti Kemuning


Malam ini, tiba-tiba fikiranku nelangsa. Ingat seorang sahabat yang belum aku tau persis rupanya, tapi terasa sangat dekat. Karena dulu, Sebelum putus komunikasi, kami sering discuss dan share banyak hal. Pertengahan Ramadhan, di dunia maya. Banyak hal positif yang bisa aku ambil darinya, cara dia memandang kehidupan, cara dia mensyukuri nikmat yang di beri Allah SWT, juga Puisi-puisi di Note-nya yang hampir tiap hari di update. Jujur, itulah alasan pertama, mengapa aku meng-add dia di facebook. Kinanti Kemuning.

Senin, 21 November 2011

Roti bakar, Sepakbola, dan Iklan...

21 November 2011
Tiba - tiba saya jadi demen sepakbola. Menonton langsung dari depan TV LG 21 inc, berikut catatan permainan sepak bola Indonesia VS Malaysia di Sea Games 2011 langsung dari Gelora Bung Karno Indonesia:

Sabtu, 05 November 2011

Senja Tak Selalu Merah...


Usai melakukan boarding pass, Aku langsung menuju ruang tunggu A3 Bandara Hang Nadim Batam. Penerbangan dari Batam menuju Pekanbaru menggunakan Lion air dengan nomer penerbangan JT 0237 masih 30 menit lagi. Ruang tunggu lumayan sesak karena ada beberapa penerbangan yang delay. Untuk membunuh waktu, aku coba menikmati kesibukan orang-orang di ruang tunggu ini. Ternyata sangat membosankan…. Semenjak fasilitas jejaring sosial bisa di akses dari ponsel pribadi, orang – orang lebih banyak yang sibuk dengan dirinya sendiri, layaknya seorang autish. Padahal menikmati setiap moment dalam lipatan – lipatan lembaran kehidupan, mungkin akan jauh lebih nikmat dan berharga dari sekedar sibuk di dunia maya.

Minggu, 30 Oktober 2011

Ini Ceritaku, Mana Ceritamu...?

Minggu Pagi, 30 Oktober 2011, Diwaktu yang sama dan tempat yang berbeda...

Siti (nama samaran) adalah seorang ibu rumah tangga yang waktunya di habiskan untuk mengabdi pada keluarga kecilnya. Bila hari lain, usai subuh Siti selalu sibuk mempersiapkan sarapan, pakaian kerja sang suami, juga perlengkapan sekolah 2 buah hatinya. Tapi untuk hari minggu ini, Siti bisa lebih santai… Membuat sarapan dan menikmati kebersamaan dengan keluarga kecilnya sembari merapikan taman kecil di halaman rumah.

Sabtu, 29 Oktober 2011

Hujan dan Kenangan...


Hujan begitu banyak menyimpan kenangan. Kenangan ku, kenanganmu, juga kenangan kita…. Kenangan akan jalan terjal yang pernah kau lewati, terjatuh, hingga bangkit kembali. Kenangan akan orang tua, saudara, sahabat kecil yang pada akhirnya meninggalkanmu karena dibawa ayahnya pindah ke kota, berlari di bibir pantai, menangkap capung, terjatuh ketika belajar membawa sepeda ontel, hahaha…. Pun orang – orang yang sempat singgah memberikan kisah sebelum akhirnya berlalu meninggalkan luka.

Senin, 10 Oktober 2011

Permainanmu sungguh indah, Kawan!

Memilih bukan karena ini pilihan. Bertahan bukan karena nyaman. Tapi menyerah pada lelah, sebelum lidah waktu membungkam dalam diam. Menghentikan dalam tidur pulas, panjang tanpa batas.

Senin, 03 Oktober 2011

From Hospital With Love

26 JUNI 2011. Ini adalah pertama kali saya di rawat di Rumah sakit. Mudah – mudahan juga untuk yang terakhir kalinya. Sebelum masuk ruang rawat inap, Dokter sudah 2 kali mengambil sample darah saya, dan hasil diagnosanya positif Tifus.
Kelelahan adalah faktor utama penyebabnya. Dan sekarang saya benar – benar terbaring lemas disini, di ruang yang cukup nyaman sebenarnya, tapi sangat membosankan. Infus yang tak henti – hentinya masuk ketubuh, obat 3x1 hari, dan makanan Rumah Sakit yang g’ jelas rasanya. Oh, Tuhan… apapun alasannya, sungguh sakit itu g’ ada nikmatnya.

Selasa, 05 April 2011

JALANKU SAYANG JALANKU BERLUBANG


Alhamdulillah, akhirnya sampai di rumah dengan selamat. Perjalanan panjang seharian, dan sekarang saatnya berbagi cerita padamu laptopku sayang. Hari ini cukup menyenangkan…loe tau kenapa laptop? Hari pertama masuk kampus semester 2, Dosennya cantik sekali… Bening, smile good, tapi kok udah hamil ya…??? Hehehe… tapi bukan itu yang mau gue certain sama loe laptop.

Loe pasti masih inget dong rutinitas gue sehari – hari.