Jangan sekalipun berhenti mengejar akhirat dengan tidak bosan beribadah, berbuat kebaikan seperti halnya Kakak Oki Setiana Dewi, seolah kita mati esok hari. Tapi, jangan juga berhenti mengejar dunia, mengumpulkan pundi-pundi rupiah seperti Kakak Roro Fitria, seolah kita hidup seribu tahun lagi. Keseimbangan itu penting. (Salva dalam buku #SelamatkanJomblo)
Senin, 31 Agustus 2015
Buku Baru: Lot & Purple Hole
Pernahkah kamu merasakan suatu getaran dalam hatimu yang mendorongmu melakukan sesuatu? Perhatikan tanda!
-LOT
Jangan biarkan
peristiwa lewat begitu saja tanpa pernah mengerti maksudnya. Tidak ada kebetulan
yang hanya membawa keberuntungan.
-PURPLE HOLE
Judul Buku : Lot & Purple Hole
Penulis : Baruan & Purple Hole
Pemrakarsa : Reni Erina
Penerbit : Elex Media Komputindo
Ukuran : 11 x 18
Cover : Soft Cover
ISBN : 978-602-02-6976-4
Kamis, 11 Juni 2015
Galau Pasti Berlalu
Galau Pasti Berlalu ini adalah novel
pertama saya. Cetak bulan april 2015 dan beredar di toko buku pada bulan juni
2015. Kerennya, novel ini tidak hanya bisa didapatkan di Gramedia, tapi juga di
Indomaret. Jadi bagi yang tinggal di daerah jangan takut tidak bisa mendapatkan.
Secara kita tau sendiri bagaimana Indomaret yang ada bukan saja di kota
provinsi tapi juga sampai ke kota kabupaten dan kecamatan.
Judul : Galau Pasti Berlalu
Penulis : Zukril Yu
Penerbit : Boom
Halaman : viii + 162
Ukuran : 13 x19
ISBN : 978-979-17990-7-2
Cinta seringkali
membuat yang dihinggapinya galau. Tara, misalnya, jatuh cinta setengah mati
pada Liz. Tak pandai membaca perasaan Aira, Tara minta tolong sahabatnya itu
untuk membantu mendekati Liz. Seperti terbangun dari tidur panjang, Aira
menemukan cintanya yang begitu besar terhadap Tara, lebih dari sekedar sahabat.
Namun kodrat
sebagai perempuan membuat Aira tidak berani menunjukan itu selain hanya diam memendam
dan curhat di Facebook. Tara yang polos tidak menyadari itu. Seperti bom waktu,
pertahanan Aira meledak. Ia tak mampu membendung, pun tidak mampu berkata
jujur. Cinta berubah menjadi benci.
Ketika Aira
menjauh, Tara menghadapi kenyataan bahwa Liz sudah bertunangan. Dan Bam,
tunangan Liz dan anak sahabat papa Tara, selain tampan, ternyata juga pria yang
baik. Sanggupkah Tara menghancurkan cinta Bam yang begitu besar pada Liz? Tara pun
galau berkepanjangan.
Seperti badai,
galau pun pasti berlalu. Tapi siapakah yang akan menghapus galau Tara?
Senin, 01 Juni 2015
Nembus Majalah HAI Lagi
Wah, blog ini seperti nggak punya
pemiliknya saja. Postingan terakhir tanggal 06 Agustus 2014. Hampir setahun,
gila! Kalau Sang Pemilik blog setajir Teteh Syahrini, mungkin sudah keliling separuh
benua dengan rentang waktu selama itu. Kalau Sang Pemilik blog seorang playboy,
sudah berapa banyak cewek yang dijanjikan kebahagian palsu? Sayangnya, Sang
Pemilik adalah cowok polos yang merindukan surga dan kudu bersimbah keringat
dulu demi sesuap nasi. MELLOW MELLOW MELLOW! Huh, Payah!
Tapi nggak, ding. Sedikit dari sekian
banyak kebahagiaan gue dari awal tahun 2015. Dibagi, ya …. Tapi, sedikit bocoran nih. Insha
Allah bentar lagi buku solo (novel) gue terbit. Cihuyyy …. Ntar kalau dah
nongkrong di tobuk baru di share ya. Sekarang ini dulu.
Judul :
Jadi, Kita Jadian?
Penulis :
Zukril Yu
Dimuat di Majalah HAI edisi 6 (09 – 26
Februari 2015)
Rabu, 06 Agustus 2014
Menyikapi Kepergian Dengan Indah
Aku akan merindukanmu.
Dan aku tau, mulai hari ini,
Perasaan ini akan senantiasa menyiksaku
Tapi tak apa, sungguh tak apa.
Sakitnya masih tak seberapa...
Ketimbang harus melupakanmu.
Tears
In Heaven.
Penggalan kalimat pada back
cover di atas yang membuatku terdiam lama, berdiri memegang buku
ini di toko buku. Selain cover-nya
yang pastinya sangat manis.
Mewujudkan Mimpi di Negeri Sendiri
Cerital
berawal dari perjuangan Abdul Latief (Al) setelah menempuh pendidikan di Swiss
dan berkelana ke beberapa negara Eropa. Al nyaris menyerah mewujudkan mimpinya
dalam menjalankan bisnis hostel yang baru dirintisnya di tanah kelahiran.
Sebuah penginapan yang didirikannya di Makassar dengan konsep yang masih sangat
asing untuk masyarakat Indonesia. Khususnya wisatawan lokal.
Kedatangan
Miguel Carrion membawa perubahan yang sangat besar pada kelanjutan mimpi Al.
Bagaimana pria Spanyol itu memiliki ide-ide yang brilliant untuk mempertahankan dan membuat
hostel itu semakin maju. Termasuk dengan cara memajukan parawisata di Makassar.
"Sering
kita mendengar peribahasa bahwa Tuhan bekerja secara misterius. Aku setuju
sekali setelah melihat apa-atau siapa-yang dikirimnya untuk mengubah
nasibku." (Hal 39).
Meskipun
awalnya alasan pria Spanyol itu terlalu sederhana, terbang ke belahan dunia
lain hanya untuk menemui seseorang yang pernah menolong ibunya. Ya, tanpa
sengaja dulunya, sudah lama sekali, Al pernah membantu Agatha Carrion, yang
rupanya ibu Miguel Carrion, di Berlin.
Surga di Punggung Ayah
"Dia ayah, laki-laki berpeluh lebih asin
daripada air segara. Serta liur yang melebihi pahitnya tuba. Siapa sangka, ia
dibekali naluri yang sangat tajam. Menandingi ketajaman mata samurai yang baru
diasah. Dia diam, tapi hatinya akan terus berkata-kata. Tanpa ada yang tahu,
selain Tuhan. Matanya boleh saja memejam, tapi nur di hatinya tetap terang
benderang. Dia membungkuk, merenta termakan usia, tapi punggungnya tetap kuat
memanggul beban problematika kehidupan. Jika memang ada surga di kaki seorang
ibu, maka besar kemungkinan akan ada surga di punggung seorang ayah."(Hal
1).
Hidup yang awalnya baik-baik saja, berubah
total setelah kepergian Laila untuk selama-lamanya. Zain mendadak harus bisa
menjadi orang tua tunggal untuk kedua anaknya.
"Lalu, siapa yang nanti akan menggantikan
segala tugas-tugas Umi di rumah, Abah?"(Halaman 5).
Langganan:
Postingan (Atom)

