Sebuah cerpen yang Penulis sendiri
kesulitan menemukan media yang tepat menjadi jodohnya. Genre-nya nanggung. Dibilang misteri,
kurang menakutkan. Romantis? Ah, jauuuuhhh! Dari pada mengendap dalam my document, sepertinya lebih baik di share di sini dan di account sosmed yang Penulis punya.
>>>>>>
Cerita ini fiktif. Sangat sangat fiktif.
………………………………………………………………………………………………………………..
A
cerpen RAMONA
by
Zukril Yu
Hampir jam 22.00 WIB,
aku masih saja berkutat dengan pekerjaan. Laporan pengiriman barang-barang yang
sempat delay karena cuaca yang
akhir-akhir ini memburuk, juga beberapa pending
job yang harus aku selesaikan malam ini juga. Melihat tumpukan pekerjaan
yang begitu banyak, menungguku untuk menjamah satu-satu, entah mengapa jarum
jam di dinding itu terasa begitu cepat melaju. Jari tangan dan fikiranku seakan
kehabisan bahan bakar untuk berpacu dengan waktu. Besok pagi semua laporan ini
harus kelar, itu permintaan Big Boss.
Pastinya ini bukan permintaan terakhir. Ya, karena besok dan besok-besok nya
lagi, pekerjaaan baru akan terus menunggu dengan deadline yang sama. Sumpah, pekerjaan ini tidak ada habisnya. Tapi case kali ini berbeda. Besok pagi Si Bos
harus memberikan laporan langsung ke pusat karena akhir-akhir ini begitu banyak
complain dari customer tentang quality
product, pun keterlambatan pengiriman.